Selasa, 19 Maret 2013

Memerawani Novita ku sayang

lama sudah aku mengagumimu, mengikuti kemana langkahmu hanya untuk sekedar berada didekatmu....begitu dekat dirimu tapi tak mampu aku dekap, begitu manis ucapanmu tapi tak pernah merayuku, begitu mudah kau labuhkan hatimu tapi tak pernah sudi singgah dihatiku... .........semakin aku menjauh semakin aku rindu bertemu, semakin aku membenci semakin aku sadari kau sudah ada dihatiku. Tolong aku, jika kau sayang kau harus datang tapi jika kau tak sudi buatlah aku membencimu. Happy Valentine sahabatku, maafkan aku telah mencintaimu.... Novita! Itulah sepenggal surat yang aku temukan dilaci meja bangku, seketika itu aku teringat segala kebaikan, pengorrbanan dan perhatiannya padaku. Yah...ini cerita lamaku (Adith)saat masih SMA dulu. Sebenarnya Novita atau biasa aku panggil Tita berwajah sangat cantik dan manis dengan lesung pipitnya. Mungkin aku terlalu picik hanya memandang tinggi fisik, aku sangat terobsesi pada cewek bertubuh tinggi semampai dengan kaki jenjang menjuntai dibawah rok mini. Jujur sebenarnya aku pernah berpikir macarin Tita, tapi aku urungkan karena aku pikir dia terlalu baik apalagi dia tahu semua pacar dan selingkuhanku soalnya aku care n fear ama dia! Kembali ke cerita ya? Aku bingung dibuatnya, karena ternyata bangkunya kosong karena dia bolos sekolah. Terus aku harus datang dan menemui dimana? Saat pelajaran dimulai, gelisah hatiku juga dimulai. Aku melamun sambil memainkan buku tulis, berulang kali Ibu Ratna memanggilku tapi aku tidak mendengarnya hingga aku dikeluarkan dari kelasnya. Aku tak ambil pusing dengan itu, malah aku bolos sekolah dengan memanjat pagar dan meninggalkan motor NSR-ku di parkiran sekolah. Aku buru-buru naik bus dan tidak berfikir mau kemana, ah turun terminal ajalah pikirku. Sebelum sampai terminal aku melintasi satu-satunya gedung bioskop di kotaku, sepintas aku teringat dengan kata Tita dulu : aku pengen banget nonton bioskop dengan pacarku,..... spontan aku berlari menuju kondektur bus dan turun. Walau masih agak ragu aku berjalan kesana-kemari mencaari Tita di sekitar gedung bioskop. Dan ternyata, Tita memang disini sedang duduk dibawah pohon cemara sambil minum teh botol. Aku membeli 2 tiket bioskop terlebih dahulu baru kemudian menghampirinya dari arah belakang. “lagi nunggu siapa? Tanyaku sambil menutup matanya dari belakang ‘mmm...nunggu.... katanya terkejut dan wajah menunduk malu Perlahan aku buka matanya dan membalikkan badannya, terlihat jelas wajahnya memerah menandakan malu yang amat sangat. Padahal kesehariannya bersamaku penuh ceria dan gak sungkan-sungkan ngomong dan bersikap vulgar, bahkan pernah juga sehabis olahraga aku diajaknya ke kamar mandi disuruh benerin tali Bhnya tapi yang ada malah bercanda. Aku langsung mengajaknya masuk ke gedung bioskop dan mencari tempat yang paling belakang, paling gelap dan agak terhalang tiang. ‘kok disini, kan filmnya gak kelihatan? Tanya Tita heran “kalau didepan nanti wajah merahmu kelihatan! Jawabku membuat santai ‘hmmm....awas ya, jangan aneh-aneh banyak orang! Jawabnya sambil mencubit perutku Aku menjawabnya dengan lumatan lembut di bibirnya, membuatnya gugup untuk kedua kalinya. Aku cuek aja dengan orang-orang sekitar dan terus menutkan bibirku ke bibirnya dengan hisapan dan ciuman yang makin menggebu. Awalnya aku memaksakan ciumanku untuk sekedar membuatnya Happy tapi gara-gara filmnya Gairah Malam akupun menjadi sangat menikmati kulumannya. Entah apa statusku dengan Tita saat itu, kami tak membicarakanya yang jelas Tita tahu aku sudah punya pacar dan 2 selingkuhan karena Tita-lah yang menjadi mak comblangnya. Memasuki pertangahan, filmnya semakin hot saja dan otomatis gairah kami terbawa serta apalagi setelah aku cermati hampir semua yang ada adalah pasangan mesum dan semuanya berasyik masyuk. Satu persatu kancing atas bajunya aku buka, Tita diam saja penuh harap aku menjamahnya. Tangan kananku meraih dan memainkan toketnya, aku remas, aku elus dan aku pencet-pencet putingnya. Tita yang sudah sangat terangsang semakin bergerak liar, tangannya merangkul dan mempererat pelukannya, bibirnya mencium, menghisap dan menggigit leherku serta tangannya mengelus kont*lku yang masih terbungkus celana. Akupun tak mau kalah, aku tarik Bhnya hingga putus dan meremas-remas kedua toketnya secara bersamaan. Aaaahhhhh....Dith, memekku gatel banget nih?? Bisiknya manja “iya saayaaaangg.....aku elus ya? Jawabku berbisik juga Karena tempat duduknya memanjang tanpa pembatas, aku tarik tubunya hingga ke pangkuanku dan merenggangkan kedua pahanya. Doi tahu yang aku mau, karena sering mengintip aku ML dengan pacarku. Dibukanya resleting celanaku dan dipelorotin CDku hingga kont*lku menjulang bebas dihadapannya. Walau belum segede sekarang tapi saat itu kont*lku sudah tergolong besar dengan panjang 17cm dan diameter hampir 4cm. Tita yang sudah kenal kont*lku langsung melahapnya dengan gemes. Aaahhhh....sangat nikmat rasanya, saat itu nyepong kont*l masih belum jadi tren seperti sekarang ini. “eeemmmmuaah....mmmmmuahhhh....suaranya menghisap ujung kont*lku. Aku buka resleting dibelakang rok abu-abunya dan mengelus CDnya dari belakang. Uuuhhh....ternyata sudah sangat becek dan hangat. Perlahan tapi pasti, jari tengahku menyusup dari sisi CDnya memainkan dan mengobok-obok memeknya. Aduh, dimana ya kamar mandinya? Tanyaku dalam hati.... ah masa bodoh ajalah, aku mengajak Tita keluar gedung dan menuju halaman belakang. Tapi gak ada tempat yang aman buatngentot!! Aku terus mencari dan mencari hingga kumelihat ada sebuah warung yang tertutup. Setelah aku pastikan sepi dan tidak ada yang melihat, aku membuka paksa pintu belakangnya dengan memukulkan batu ke kunci gemboknya. Setelah pintu terbuka, aku masuk kedalam warung dan menutupnya kembali dari dalam. Tanpa banyak kata aku rebahkan Tita ke sebuah kursi panjang dan langsung menyingsingkan rok abu-abu serta pelorotin CDnya. Kini memeknya benar-benar terlihat jelas dimataku, merah mengkilat karena sudah orgasme. Jari telunjukku kembali mengobok-obok memeknya, aku putar-putar,aku maju mundurkan dan aku pijit-pijit klitorisnya. AAAAAAAAAAHHHHHHH.........UUUUHHHHHHHH.....nikmaaa a....aaaaaattt banget Dith” pekik Tita dengan terbata. Nafasnya memburu tidak teratur bahkan terengah, saat mulutnya terbuka itulah aku masukan kont*lku dengan agak memaksanya. Setelah aku rasa cukup licin aku langsung memposisikan kont*lku di depan memeknya, aku gesek-gesekkan dan aku pukul-pukulkan ujung kont*lku ke paha dan bibir memeknya. “tahan yaaa....aku mau masukin....bisikku pelan ‘heem....jangan paksain ya?? Katanya memohon Dalam hati aku berniat menusuknya kuat-kuat agar segera masuk semua, akupun mengambil ancang-ancang dan dengan tenaga penuh aku hentakkan kont*lku.... ZLEEB......ZLEEEEEEEEEEEEEEBBBB...........ZLEEEEEE EEEEEEEEEEBBBBBBBBBB...... AAAAAAAAAHHHHHHHHHHHHHHHHH......AH...AH.......AH.. ....AH.......rintihnya mengikuti irama goyanganku. Ternyata hanya separuh yang masuk ke memeknya, akupun memompa memeknya dengan kuat, terus dan teruuuuuuuuuusssssssss......hingga semuanya masuk. Kriet...krieetttt....bunyi kursi bambu yang goyah tak mengurangi kenikmatan yang ada. Bahkan cucuran darah perawannya tidak dia rasakan! “Ta...memek kamu sempit banget, kont*lku serasa dipijit2 nih....kataku memujinya ‘kenapa gk dari dulu aja kita jadian?? Dia balik bertanya “aku takut merusak persahabatan kita Ta.... jawabku Tita tidak berkata apapun lagi selain mendesah dan mendesah, sambil merengek meminta digoyang lebih cepat dan akupun menuruti kemauannya. PLAK....PLAAK....PLAAAAAAAAAKKKKKK...........sodok anku yang semakin kuat menjadikan kont*lku semakin dalam menggali kenimatan di dalam memeknya. “gantian ya, aku diatas’ pintanya dengan manja ‘aku iyakan saja pintanya... Dengan tangan kiri, kont*lku dimasukkan kedalam memeknya yang sudah siaga-3. Digoyangnya kont*lku maju mundur, berputar2 dan mempercepat goyangan pinggulnya. Aaaaaahhhhhh....sayaaaaaaaaanggggg, enak banget kont*lmu ‘hhhhhhhhhhhhh...hmmmmmmmm.... aku hanya bergumam pelan. Kini kedua toketnya menggantung dan aku tidak menyia-nyiakan itu, aku pegang kedua toketmya dan memainkannya hingga membuat Tubuh Tita mengejang. Setengah jam lebih kami mengulang dan menggoyang hingga sesaat kemudian............... CROT..CROT.......CROOT............CROOOOOOOOOOOOOO OOOOOTTTTTTTTT......... Spermaku menyembur deras ke memeknya karena tidak sempat menahannya. Kini tubuhnya melunglai diatasku,menikmati sisa-sisa kenikmatan yang telah ntumpah. Setelah kejadian itu, kami rutin ber-ML-ria seminggu 3x sesuai sengan resep dokter.

3 komentar:

  1. Cerita yang bagus.. teruskan..
    Tumpang Iklan
    Pejam Mata sayang..
    Sakit sikit ni..tahan ya..
    >>>Baca Sini Kalau Berani!<<<

    BalasHapus
  2. status konyol ngumbar hawa nafsu neng internet,ngeblog aja nggak bisa pake nama orang lain,malah pake aku dan surel yang tak di konfirmasi oleh google,gundol mu tugeli wae.

    BalasHapus
  3. sip,buktikan saling sapa,online boger+ website

    BalasHapus